Wednesday, August 10, 2022

Hama & Penyakit

Home Kategori Hama & Penyakit
Membahas hama dan penyakit

Mengenal hama Penyakit tanaman Bawang Putih, Selengkapnya cek dibawah ini

0
hama penyakit tanaman bawang putih

Benihonline.com – Mengenal hama penyakit tanaman bawang putih yang mengganggu budidaya sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya terhambat. Bahkan, dapat menyebabkan kematian bagi tanaman sehingga menimbulkan kerugian yang besar bagi petani. Hampir seluruh tanaman yang bisa terserang hama dan penyakit, salah satunya tanaman bawang putih.

Bawang putih (Garlic) adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa. 

Pasti kalian tidak asing dengan tanaman bawang putih! Bawang putih merupakan salah satu tanaman umbi yang dijadikan bumbu pada masakan. Tanaman ini memiliki bau yan sangat menyengat yang berasal dari kandungan sulfur organik. Berikut beberapa hama dan penyakit pada tanaman bawang putih, yaitu:

Hama Penyakit Tanaman Bawang Putih

Hama dan penyakit pada tanaman bawang putih. Ada beberapa hama pada tanaman bawang merah diamtaranya, yaitu:

1. Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua)

Hama ini menyerang pada bagian daun, baik daun pada tanaman yang masih muda ataupun yang sudah tua. Telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang putih merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. Setelah menetas dari telur, ulat muda segera melubangi bagian ujung daun lalu masuk ke dalam daun bawang, akibatnya ujung daun nampak berlubang/ terpotong. Ulat akan menggerek permukaan bagian dalam daun, sedang epidermis luar ditinggalkannya.

Cara pengendaliannya:

  • Pengendalian mekanis, dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur dan ulat bawang. Masukkan dalam kantong plastik, diikat dan kemudian dimusnahkan.
  • Pengendalian secara hayati dengan penyemprotan pestisida organik berbahan aktif.
  • Pengendalian secara nabati misalnya dengan membuat pestisida berbahan daun pepaya. Cara ini bisa dilakukan untuk pengendalian yang sifatnya sementara, mengingat pestisida nabati buatan sendiri biasanya tidak dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama.
  • Pengendalian secara kimia adalah jalan terakhir. Apabila hasil pengamatan telah mencapai atau melampui 1 kelompok telur/10 rumpun contoh atau 5 % daun terserang/rumpun contoh (pada musim kemarau) atau 3 kelompok telur/10 rumpun contoh atau 10 % daun terserang/rumpun contoh (pada musim penghujan) dapat diaplikasi dengan insektisida yang diizinkan.

2. Hama Thrips

Hama ini mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal.  Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak.  Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan.

Cara pengendaliannya:

  • Dengan penyemprotan pestisida organik berbahan aktif,
  • Pengendalian secara nabati misalnya dengan membuat pestisida berbahan daun pepaya. Cara ini bisa dilakukan untuk pengendalian yang sifatnya sementara, mengingat pestisida nabati buatan sendiri biasanya tidak dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama.

Hama Penyakit Tanaman Bawang Putih

Hama dan penyakit pada tanaman bawang putih, para petani harus tahu. Karena agar bisa mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang putih. Berikut beberapa penyakit pada tanaman bawang putih diantaranya yaitu:

1. Penyakit Layu Fusarium

Penyakit ini akan muncul pada daun bawang yang menguning, tanaman layu dengan cepat. Gejala umum dari serangan penyakit ini terlihat tenaman menguning (seperti menua sebelum waktunya). Ujung daun tanaman yang terinfeksi berubah menjadi kuning kemudian coklat saat gejalanya mengarah ke bawah menuju umbi. Kadang-kadang perubahan warna kemerahan dapat muncul pada selubung umbi tanaman bawang putih yang sangat terinfeksi di awal musim.

Cara pengendaliannya:

  • Menanam varietas bawang yang tahan terhadap penyakit ini.
  • Tanaman yang terserang dicabut lalu dikumpulkan untuk dibakar.
  • Pengendalian dengan pemberian agens hayati berbahan aktif.

2. Penyakit Bercak Ungu

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun, tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi  busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman.

Cara Pengendaliannya:

  • Menanam varietas bawang yang tahan terhadap penyakit ini.
  • Tanaman yang terserang dicabut lalu dikumpulkan untuk dibakar.
  • Pengendalian dengan pemberian agens hayati berbahan aktif.

3. Penyakit Antraknose

Penyakit antraknose disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara serentak (otomatis). Tanaman terserang dicabut dan dimusnahkan. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida sesuai dosis anjuran.

4. Penyakit Busuk Batang

Penyakit busuk leher akar ini yang sering menyerang tanaman bawang putih disebabkan oleh cendawan Botrytis allii. Penyakit ini akan berkembang dengan cepat pada kondisi kelembaban tinggi dan suhu udara rata-rata di atas 15 hingga 20 derajat Celcius, lahan yang becek dan lembab. Gejala serangan ditandai dengan leher tanaman melunak kemudian membusuk.

5. Penyakit Virus Kompleks

Hama dan Penyakit virus kompleks ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus, seperti virus mosaik, virus daun menggulung, virus Y dan lain-lain. Umumnya penyakit virus ditularkan oleh serangga vektor seperti kutu daun. Gejala serangan virus kompleks sangat bervariasi. Namun demikian, gejala umum yang tampak pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang mempunyai beberapa corak.

Baca Juga: Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kembang Kol

Demikian informasi mengenai hama penyakit tanaman bawang putih. Semoga informasi ini bermanfaat bagi petani bawang putih semoga berhasil. Terimakasih

Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kembang Kol

0
kembang kol

Benihonline.com – Kembang kol merupakan sayur yang banyak dikonsumsi. Hama dan penyakit adalah organisme penggangu tanaman yang menjadi salah satu faktor rusaknya pertumbuhan dan produksi tanaman. Bukan cuma merusak tanaman tetapi juga menyebabkan kematian pada tanaman, sehingga menimbulkan kerugian pada para petani.

Bunga kol atau kembang kol merupakan salah satu jenis sayuran dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae satu jenis dengan sayuran kubis, kol dan brokoli. Pada saat budidaya tanaman kembang kol juga kerap terjadi beberapa kendala seperti faktor cuaca hingga serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman kembang kol.

Jika tanaman kembang kol terserang hama dan penyakit sebaiknya segera dilakukan pengendalian agar tanaman kembang kol dapat tumbuh dengan maksimal. Untuk melakukan pengendalian dan mengenal Organisme Pengganggu Tanaman yang menyerang, tanda-tanda serangan, metode penyebaran dan faktor-faktor perkembangan organisme pengganggu tanaman. Berikut jenis hama dan penyakit pada tanaman kembang kol.

Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kembang Kol

Beberapa jenis hama dan penyakit pada tanaman kembang kol dan cara mengendalikannya diantaranya sebagai berikut:

Hama Tanaman Kembang Kol

1.Ulat Daun (Plutella xylostella)

Ulat daun pada tanaman memiliki ciri bewarna hijau, berukuran kecil sekitar 5-10mm, Jika ulat diganggu biasanya menjatuhkan diri dengan menggunakan benang.

Tanda-tanda serangan biasanya ulat daun menyerang daun muda dan daun dewasa hingga daun menjadi berlubang dan abnormal. Selain itu, hama ini juga hanya akan menyisahkan bagian-bagian urat daunnya saja.

Cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan larutan insektisida berbahan aktif, seperti Abamectin, Alfa-sepermetrin, Asefat, Asetamiprid, Bacillus thuringiensis, Bensultap, dan sebagainya.

2.Ulat Krop (Crocidolomia binotalis)

Ulat krop yang baru menetas pada tanaman kembang kol memiliki ciri warna kelabu lalu berubah menjadi warna hijau muda, dan terdapat tiga garis berwarna putih dibagian samping dengan kepala berwarna hitam. Biasanya ulat krop berukuran sekitar 18 mm.

Tanda-tanda serangan ulat krop biasanya menyerang daun muda hingga daun habis tanpa sisa, menyebabkan tanaman rusak dengan adanya kotoran yang masih menempel bekas ulat tersebut.

Cara pengendaliannya dapat dilakukan penyemprotan pada tanaman menggunakan insektisida berbahan aktif, seperti Agrimec 18 EC, Amcomec 18 EC, Amect 18 EC, Calebtin 18 EC, Crespo 18 EC, Demolish 18 Ec, Dimec 18 EC, Isigo 18 EC, Matros 18 EC dan sebagainya.

3.Ulat Jengal (Plusia chalcites)

Ulat jengal pada tanaman kembang kol memiliki ciri berwarna hijau muda, berukuran sekitar 15-20mm, dan dengan berjalan menjengkal dari satu tempat ke tempat lain.

Tanda-tanda serangan biasanya ulat ini akan memakan daun muda hingga daun tua dan menyebabkan daun berlubang-lubang. Sedangkan serangan larva hama ini dapat menyebabkan daun timbul bercak-bercak putih pada daun dan menyebabkan daun tinggal epidermis dan tulang daun.

Cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan penyemprotan larutan Insektisida berbahan aktif, seperti Thuricide HP, Nugor 400 EC, Cyperin 250 EC, Cypermax 250/100, Sherpa 50 EC dan sebagainya.

4.Ulat Tanah (Agrotis Ipsilon)

Ulat tanah pada tanaman kembang kol memiliki ciri berwarna ungu kehitaman, berukuran sekitar 5-10mm dan bentuk larva bulat kecil berwarna putih kekuningan.

Tanda-tanda serangan ulat ini biasanya menyerang pada bagian pangkal batang muda, sehingga menyebabkan tanaman menjadi tidak normal dan mudah rapuh, rusak hingga menyebabkan kematian.

Cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan larutan Insektisida berbahan aktif, seperti Altacor 35 WG, Ampligo 150 ZC, Atabron 50 EC, Preva6thon 50 SC, Rampage 100 EC, Dyrsban 200 EC, Petroban 200 EC dan sebagainya.

Penyakit Pada Tanaman kembang Kol

1.Bercak Cokelat

Penyakit bercak kol disebabkan karena tanaman kekurangan unsur boron. Tanda-tanda penyakit pada bercak cokelat dibagian kepala bunga muncul bercak seperti noda air. Noda tersebut akan membusuk jika tanaman dalam keadaan lembab dan akan mengering atau keras pada saat cuaca panas. Serangan penyakit ini mengakibatkan rasa kembang kol menjadi pahit akibat bercak coklat tersebut.

Cara pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menambahkan borax. Namun perhatikan dosis yang digunakan. Pada kondisi tanah yang netral atau alkalis sebaiknya gunakan dosis borak tidak terlalu berlebihan. Karena terlalu banyak unsur boron dapat membawa efek buruk dan meracuni tanaman.

2.Ekor Cambuk

Penyakit ekor cambuk ini disebabkan oleh kondisi tanah yang terlalu asam. Gejala penyakit ini ditandai dengan bentuk daun yang lama kelaman berubah seperti ekor cambuk. Selain itu, biasanya pertumbuhan kepala bunga juga ikut terganggu sehingga kualitas produksi yang dihasilkan tidak maksimal. Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan memberikan kapur pertanian pada lahan tanam.

3.Kepala Bunga Mengecil

Penyakit kepala bunga mengecil disebabkan oleh  jarak tanam yang terlalu dekat, dan tanaman kekurangan nitrogen. Gejala penyakit ini ditandai dengan bentuk kepala kembang kol mengecil. Cara pencegahan bisa dilakukan dengan menambahkan kadar unsur nitrogen pada tanah dengan memberikan pupun anorganik. Selain itu, lakukan penjarangan tanaman dan pemindahan tanaman dari tempat persemaian ke lahan tanam secara tepat waktu.

Itulah beberapa tips pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kembang kol. Semoga informasi yang kmai berikan bermanfaat bagi Anda yang bingung caa mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kembang kol. Terimakasih.