Home Budidaya Mengenal Tanaman Organik Aeroponik dan Sistem Budidayanya

Mengenal Tanaman Organik Aeroponik dan Sistem Budidayanya

144
0
tanaman organik aeroponik

Benihonline.com – Tanaman Organik Aeroponik, Dalam dunia pertanian terdapat banyak sekali teknik yang diperlukan untuk mengelola tanaman agar hasilnya sesuai ekspektasi. Beberapa teknik pertanian yang sering kita dengar adalah hidroponik, aquaponik, maupun pertanian konvensional dengan media tanam berupa tanah. 

Namun, tahukah kamu bahwa masih ada teknik pertanian aeroponik? Teknik pertanian aeroponik ini juga dinilai dapat menghasilkan jumlah produksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknik pertanian konvensional, dengan media tanam berupa tanah. 

Teknik aeroponik juga bisa kamu gunakan untuk budidaya tanaman organik. Simak penjelasan selengkapnya, berikut ini, ya!

Apa itu Tanaman Organik Aeroponik?

Tanaman organik aeroponik merupakan tanaman yang dihasilkan dari proses budidaya dengan sistem aeroponik. Sesuai dengan namanya, aeroponik berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu aeros yang berarti udara, dan ponus yang berarti daya. 

Dengan demikian, secara harfiah kita dapat menyebut bahwa aeroponik merupakan teknik budidaya dengan udara. Adapun, secara istilah, aeroponik merupakan teknik budidaya tanaman dengan menggunakan udara sebagai media tanamnya. 

Bagaimana Sistem Budidaya Tanaman Organik Aeroponik?

Secara umum, budidaya tanaman organik aeroponik menggunakan media tanam udara, tanpa melibatkan tanah sama sekali. Adapun, media tanam yang biasa digunakan adalah styrofoam dengan penempatan akar tanaman menggantung di udara. 

Lalu, bagaimana cara tanaman mendapatkan nutrisi? Sederhananya, sistem budidaya tanaman aeroponik tidak jauh berbeda dengan sistem budidaya tanaman hidroponik. Perbedaannya terletak pada sistem pengairan sekaligus pemberian nutrisi bagi tanaman. 

BACA JUGA  Cara Menanam Kunyit di Pot Agar Subur

Sedangkan, untuk pemenuhan nutrisi, tanaman aeroponik tidak dicelupkan secara terus menerus ke dalam air. Namun, akar tanaman aeroponik tetap dibiarkan menggantung. Sementara itu, nutrisi tanaman diberikan dalam bentuk uap atau kabut yang disemprotkan ke bagian akar tanaman sehingga penyerapannya lebih efektif. 

Penyemprotan dan penyerapan nutrisi tanaman organik aeroponik.

Selama melakukan sistem budidaya tanaman organik aeroponik, penyemprotan nutrisi ke bagian akar tanaman harus terus menerus dilakukan sampai tanaman siap dipanen. Hal ini diperlukan untuk menjaga suhu tanaman tetap stabil dan mengurangi penguapan. Sehingga, tanaman tidak akan layu. 

Oleh karena itu, budidaya tanaman organik aeroponik membutuhkan asupan listrik yang cukup tinggi untuk menjalankan sistem pemberian nutrisi pada tanaman secara otomatis. Hal inilah yang menyebabkan budidaya tanaman organik aeroponik dinilai cukup mengeluarkan banyak biaya.

Hasil optimal, cita rasa sayuran lebih enak. 

Namun, meskipun banyak mengeluarkan modal, budidaya tanaman organik aeroponik juga mampu menghasilkan jumlah produksi yang optimal. Hal ini terbukti dari beberapa hasil penelitian yang menunjukkan hasil yang menggembirakan. Disebutkan bahwa hasil budidaya tanaman organik aeroponik jauh lebih tinggi dibandingkan budidaya menggunakan cara konvensional dengan media tanam berupa tanah. 

Sebagai contoh, beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa hasil produksi kentang menggunakan sistem aeroponik lebih tinggi 2,5 kali lipat dibandingkan teknik budidaya konvensional. Disisi lain, hasil penelitian juga membuktikan bahwa hasil produksi selada dengan sistem budidaya aeroponik mampu mencapai 20 ton per hektar. Bila dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional yang mampu menghasilkan 10 ton per hektar dengan luas daerah yang sama. 

Kadar oksigen tinggi untuk panen berkualitas.

Selain mampu menghasilkan jumlah produksi yang lebih tinggi dibandingkan teknik konvensional, sistem budidaya tanaman organik aeroponik juga mampu memberikan hasil kualitas tanaman yang sangat baik. Hal ini karena sistem penyemprotan nutrisi yang kaya unsur hara. Di samping itu, kondisi akar yang menggantung di udara menyebabkan kadar oksigen pada tanaman tinggi. 

BACA JUGA  3 Langkah mudah Cara Menanam seledri di polybag

Kadar oksigen yang tinggi ini mampu memudahkan tanaman dalam proses fotosintesis, sehingga dapat berjalan dengan optimal. Selain itu, kadar oksigen yang tinggi juga menyebabkan proses respirasi akar tanaman menjadi lebih lancar, sehingga dapat memberikan banyak energi bagi tanaman. 

Maka itu, tidak heran jika tanaman organik aeroponik dinilai memiliki tingkat higienis yang tinggi, renyah, dan segar. Dari segi cita rasa, juga lebih enak  jika dibandingkan dengan tanaman dari hasil teknik budidaya yang lain. Adapun, jenis tanaman yang biasanya digunakan dalam budidaya tanaman organik aeroponik adalah sayuran daun dengan masa panen yang cepat, serta beberapa macam umbi-umbian. Contohnya seperti: kangkung, bayam, selada, sawi, kentang, dan sebagainya.

Belanja kebutuhan budidaya tanaman organik aeroponik di Golden Farm 99, yuk!

Butuh peralatan berkebun atau budidaya tanaman organik aeroponik? Yuk, langsung kunjungi Golden Farm 99, aja! Platform agriculture shop yang mendukung pecinta tanaman organik menghasilkan panen berkualitas dengan biaya relatif terjangkau. Kontak via Whatsapp: +62877-8809-5686 untuk info selengkapnya.

Previous articleCara Menanam Kunyit di Pot Agar Subur
Next articleGampang Dipelajari, Begini Cara Budidaya Sayuran Organik
Penulis di benih online dot com - Menyukai dunia digital online, Menyukai berkebun dengan sistem hidroponik serta senang berbagi pengalaman dan wawasan lewat media online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here