Wednesday, August 10, 2022

Kategori

Home Kategori
Katergori artikel yang akan dibahas

10 Manfaat Bunga Mawar (Rose) Untuk Kesehatan Kulit

manfaat bunga mawar
manfaat bunga mawar

Benihonline.com – Manfaat bunga mawar untuk kesehatan kulit. Bunga Mawar (Rose) adalah suatu jenis tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Tanaman ini merupakan tanaman jenis herbal yang memiliki batang berduri.

Bunga ini berasal dari Cina, Timur Tengah, dan Eropa Timur, kemudian menyebar di daerah-daerah beriklim dingin dan panas. Mawar biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena warnanya yang sangat menarik. Kemenarikan itu didapat dari keunggulan yang ada pada mawar semisal harum, indah dan mempunyai variasi warna yang banyak.

Selain indah, mawar memiliki beberapa manfaat. Misalnya kegunaan air mawar yang sudah dipercaya selama bertahun-tahun dapat mempercantik kulit. Lantas apa lagi khasiat bunga mawar bagi kesehatan dan kecantikan, khususnya kecantikan kulit kamu? Berikut ini ulasannya!

Baca juga: Cara Menanam Bunga Mawar

Manfaat Bunga Mawar Untuk Kulit Wajah

Terdapat beberapa manfaat bunga mawar bagi kulit dan kesehatan Anda. Dari mulai kulit berjerawat hingga kusam, bunga mawar dapat membantu kamu untuk mengatasi masalah tersebut. Berikut penjelasannya:

1. Obat Jerawat Alami

Salah satu manfaat bunga mawar ini adalah sebagai obat jerawat alami. Dengan mengatasi jerawat ini caranya bisa memanfaatkan air mawar. Nah, oleh karena itu kegunaan air mawar sebagai obat jerawat sudah sering dibahas dalam dunia kecantikan. Hal ini dikarenakan kelopak bunga mawar memiliki sifat antibakteri yang dapat menyembuhkan jerawat dengan cepat. Selain itu, terdapat etanol fenil atau senyawa antiseptik yang mampu mencegah jerawat untuk tumbuh di kulit.

2. Melembabkan Kulit Wajah

Air mawar juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah kulit kering. Ada banyak masalah yang ditimbulkan karena kulit kering, seperti mudah iritasi, jerawat, dan penuaan dini. Untuk menghindari masalah kulit ini, kamu bisa mengaplikasikan air mawar sebagai pembersih atau toner wajah secara rutin.

Kamu juga bisa menjadikan air mawar sebagai face mist. Jadi, saat kulit terasa kering, kamu tinggal menyemprotkan air tersebut ke wajah kamu secara merata. Karena kandungan pelembab alami dan antioksidannya, tidak heran bila khasiat bunga mawar adalah sebagai pelembab wajah yang ampuh.

3. Mencerahkan Warna Bibir

Manfaat bunga mawar selanjutnya untuk mencerahkan warna bibir yang gelap.Caranya yaitu dengan membuat pasta dari kelopak bunga mawar segar yang dicampur dengan beberapa tetes madu dan satu sendok susu krim. Setelah pasta jadi, oleskan di bibirmu dan diamkan selama 15 hingga 20 menit lalu bilas dengan air. Tidak hanya akan memberikan kesan merah merona, bibir kamu pun akan semakin lembab karena khasiat bunga mawar yang juga sebagai pelembab alami.

4. Mengatasi Peradangan Pada Kulit

Manfaat bunga mawar selanjutnya adalah mengatasi peradangan pada kulit. Kandungan bunga ini yaitu zat antioksida dan antibakteri, bunga mawar juga memiliki sifat Anti-inflamasi. Dengan beitulah air mawar aman digunakan untuk semua jenis kulit yang sensitif dan mudah terkena jerawat. Bahkan bunga ini juga dipercaya dapat mengatasi masalah inflamasi di kulit akibat faktor lain seperti eksim.

5. Menghambat Penuaan Dini

Air mawar dapat mengurangi garis halus atau kerutan di wajah. Air mawar mengandung zat pelembab sekaligus antioksidan. Kandungan antioksidan sendiri diketahui mampu menangkal radikal bebas serta mengatasi masalah kerusakan kulit yang membuat kulit tampak lebih tua dan berkeriput. Meskipun begitu, penelitian terkait kegunaan air mawar untuk mencegah penuaan dini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguak potensi yang dikandung oleh bunga mawar khususnya terkait hal ini.

Kandungan yang terdapat dalam bunga ini pun, seperti antioksidan dan anti-inflamasi, dapat membantu mengatasi penuaan dini dan masalah radang kulit. Jadi jangan ragu-ragu untuk memanfaatkan bunga ini untuk kulit kamu agar tetap cantik dan sehat.

Manfaat Bunga Mawar Untuk Kesehatan

Ada beberapa manfaat bunga mawar ini, kandungan yang dimiliki sangat bagus untuk kulit wajah. Selain untuk kulit wajah manfaat bunga ini salah satunya, yaitu untuk kesehatan. Berikut beberapa manfaat untuk kesehatan diantaranya, yaitu:

1. Baik Untuk Sistem Pencernaan

Salah satu manfaat bunga mawar ini diantaranya, yaitu untuk membantu menlancarkan proses pembuanan limbah pencernaan, memelihara mukosa lambung, dan memperkuat pencernaan. Karena khasiat bunga mawar yang satu ini, tak mengherankan bila bunga tersebut dimanfaatkan sebagai obat pencahar alami untuk mengatasi masalah sembelit. Selain itu, kemampuannya yang efektif mengeluarkan racun di tubuh menjadikan mawar cocok sebagai obat diare alami.

2. Meredakan Sakit Kepala

Khasiat mawar ini bisa kamu rasakan melalui minyak esensial bunga ini yang mengeluarkan aroma harum dan menenangkan. Aroma esensial pada mawar dikabarkan dapat membantu meredakan sakit kepala maupun migraine (sakit kepala sebelah). Selain itu, menghirup aroma minyak esensial mawar juga dapat meningkatkan suasana hati terlebih saat kamu depresi atau merasa cemas.

3. Menurunkan Berat Badan

Salah satu manfaat mawar yaitu, dapat menurunkan berat badan. Selain itu, bunga ini bisa membersihkan berbagai racun dari dalam tubuh. Bila dikonsumsi dengan benar, kamu tidak akan mudah merasakan lapar sehingga beat badan kamu akan trun secara alami.

4. Meningkatkan Sistem Imun

Salah satu manfaat mawar, yaitu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh kamu akan mampu melawan virus dan bakteri yang berbahaya. Antioksidan juga membantu melawan radikal bebas dan mencegah timbulnya infeksi tubuh. Selain antioksidan, bunga mawar juga mengandung vitamin C sehingga bisa menjadi alternatif untuk menjaga tubuh kamu agar tetap sehat dan fit.

5. Menyehatkan Mata

Mawar juga dapat menjadi obat tetes mata alami, Namun, Anda perlu membuat air mawar untuk obat tetes. Kegunaan air mawar sebagai obat tetes alami dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit mata seperti mata kering dan mata merah (konjungtivitis). Selain itu, air mawar juga dapat mempercepat penyembuhan setelah operasi penyakit mata dan degeneratif seperti pinguecula, katarak, dan pterigium.

Ada 5 Manfaat Bunga Matahari Yang Belum Diketahui Oleh Banyak Orang

manfaat bunga matahari
manfaat bunga matahari

Benihonline.com Manfaat bunga matahari yang belum diketetahui banyak orang. Bunga matahari (Common sunflower) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar.

Bunga ini memiliki bentuk yang menarik dan cantik. Ternyata, dibalik keccantikannya ada sejuta manfaat yang belum banyak diketahui oleh orang. Tanaman ini pertama kali ditemukan di Amerika bagian utara, dan dapat tumbuh serta berkembang. Bunga ini memiliki ketinggian mencapai 3 meter hingga 5 meter.

Tanaman ini juga bisa dijadikan tanaman hias, bisa ditanam di perkarangan rumah Anda. Meskipun bunga ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan mawar dan lainnya. Tetapi, bunga ini cukup menarik perhatian. Bunga matahari berwarna kuning dan berbentuk hampir sama dengan matahari. Ciri khas dari bunga matahari selalu searah dengan matahari langsung.

Bunga ini memiliki sejuta manfaat. Bahkan manfaat bunga ini tidak datang dari bijinya saja, hampir bagian bunga ini dapat dikonsumsi. Beberapa bagian yang memiliki manfaat bunga matahari sebagai makanan adalah biji, kelopak, kuncup, daun, hingga akar bunganya. Namun, nutrisi paling banyak terdapat pada bijinya.

Bunga matahari memiliki kandungan nutrisi yang sangat banyak dalam 30 gram biji yang sudah dikupas dan dipanggang kering terdapat beberapa nutrisi diantaranya, yaitu:

  • Kalori: 163
  • Lemak jenuh: 1,5 gram
  • Lemak tak jenuh ganda: 9,2 gram
  • Lemak tak jenuh tunggal: 2,7 gram
  • Protein: 5,5 gram
  • Karbohidrat: 6,5 gram
  • Serat: 3 gram
  • Vitamin E: 37% dari rekomendasi asupan harian
  • Niasin: 10% dari rekomendasi asupan harian
  • Vitamin B6: 11% dari rekomendasi asupan harian
  • Folat: 17% dari rekomendasi asupan harian
  • Asam pantotenat: 20% dari rekomendasi asupan harian
  • Besi: 6% dari rekomendasi asupan harian
  • Magnesium: 9% dari rekomendasi asupan harian
  • Seng: 10% dari rekomendasi asupan harian
  • Tembaga: 26% dari rekomendasi asupan harian
  • Mangan: 30% dari rekomendasi asupan harian
  • Selenium: 32% dari rekomendasi asupan harian

Baca juga: Cara Menanam Bunga Matahari

5 Manfaat Bunga Matahari

Berikut ada 5 manfaat bunga matahari yang belum Anda ketahui diantaranya, yaitu:

1. Kecantikan

Manfaat bunga matahari untuk kecantikan , Minyak matahari bisa dimanfaatkan untuk kecantikan kulit dengan cara mengoleskannya di badan dan rambut Hal ini sudah dilakukan sejak zaman dulu oleh bangsa Yunani dan Romawi kuno. Minyak dari bunga matahari diketahui mengandung vitamin dengan antioksidan yang tinggi sehingga bisa menghambat radikal bebas yang bisa merusak sel kulit. Ada juga vitamin E yang dapat mencegah penuaan.

2. Pemupukan

Manfaat bunga matahari bagi petani biasanya mengolah daun-daun matahari yang kering sebagai pupuk hijauguna menyuburkan tanaman. Pasalnya, tanaman ini diketahui mengandung kadar kalium yang sangat tinggi dan bisa merangsang pertumbuhan tanaman.

3. Pakan Ternak

Selain bisa menjadi pupuk tanaman, Manfaat bunga matahari terutama daun atau kelopak bunga matahari juga banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Bahkan, di luar negeri para petani mengolah daun matahari untuk makanan burung.

4. Kesehatan

Bunga matahari memiliki dampak positif bagi kesehatan jika dikonsumsi. Rebusan matahari dapat mengatasi sakit kepala. Selain itu, rebusan air matahari juga bisa mengurangi keluhan dari sakit rematik dan juga keputihan. Caranya dengan merebus kepala bunga matahari dan menempelkannya pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk keputihan bisa direbus dengan akar, daun beluntas, tapak liman, dan daun seribu segar.

5. Diolah Menjadi Minyak

Biji bunga matahari ternyata dapat diolah menjadi minyak. Sebab, sebesar 48% cangkang biji tersebut mengandung minyak yang bisa diolah dan dikonsumsi oleh manusia. Minyak dari bunga ini mengandung asam linoleat yang bagus untuk otak. Selain itu, asam linoleat juga termasuk dalam lemak tak jenuh sehingga baik untuk kesehatan manusia.

Sisi Negatif Dari Bunga Matahari

1. Biji Tinggi Kalori

Seperti dilansir Healthline, biji bunga matahari mengandung kalori dalam jumlah tinggi. Jadi jangan dikonsumsi secara berlebihan. Apalagi jika cangkang biji tersebut bersalut garam. Biasanya orang akan mengisap cangkang yang asin tersebut sebelum membukanya.

2. Kandungan Kadmium dalam Biji Bunga Matahari

Ini alasan mengapa mengonsumsi biji matahari tidak boleh terlalu banyak, karena biji matahari ini mengandung kadmium. Pasalnya, bunga ini mengandung kadmium lebih tinggi dari makanan lainnya. Bunga ini cenderung mangambil unsur kadmium dari tanah kemudian disimpan dibiji.

Amazing , 7 Manfaat Buah Tomat Untuk Wajah Dan Bibir Serta Cara Memakainya

manfaat buah tomat
manfaat buah tomat

Benihonline.com Manfaat buah tomat banyak sekali diantaranya melindungi kulit. Buah tomat memiliki warna merah yang cantik dan banyak diminati masyarakat. Buah ini memiliki sejuta manfaat salah satunya untuk kecantikan. Buah ini memang sudah dikenal mempunyai berbaai macam kandungan baik yang berguna untuk perawatan kulit. Kandungan vitamin A, C, dan antioksidan yang banyak terkandung didalamnya, dinilai efektif untuk mengatasi kerusakan pada sel-sel kulit wajah.

Bukan hanya itu, tomat juga dikatakan sebagai bahan alami yang mampu melembapkan dan menghaluskan kulit. Bahkan dapat juga baik digunakan untuk merawat bibir kering, gelap, dan pecah-pecah. Banyak sekali manfaat buah untuk kecantikan, tidak heran jika buah ini sering dijadikan bahan utama dalam pembuatan produk skincare alami.

Namun bagi Anda yang menyukai cara lebih alami, bisa membuat sendiri bahan skincare alami dengan memanfaatkan buat tomat. Selain harganya yang murah dan mudah didapat, cara membuat perawatan wajah dan bibir dari tomat pun mudah dipraktikkan. Buah ini dipercaya mampu mengatasi berbagai macam permasalahan kulit wajah dan bibir. Berikut manfaat buah tomat untuk wajah dan bibir diantaranya, yaitu:

7 Manfaat Buah Tomat Untuk Wajah Dan Bibir

Ada 7 manfaat buah tomat untuk wajah dan bibir diantaranya, yaitu:

1. Melindungi Kulit Dari Sengatan Matahari

Manfaat ini didapatkan dari kandungan likopen yang banyak terdapat pada tomat. Konsumsi buah tomat yang mengandung banyak likopen dipercaya mampu memberikan perlindungan kulit dari sinar UV yang bisa menyebabkan berbagai permasalahan kulit. Meski begitu, perlu diketahui bahwa tomat tidak berfungsi sebagai pengganti tabir surya.

2. Membantu Menyembuhkan Luka

Buah tomat memiliki kandungan vitamin C tinggi yang terdapat dalam buah tomat mampu merangsang pertumbuhan jaringan ikat baru, serta membantu memperbaiki dan mempercepat penyembuhan luka. Selain mengandung vitamin C,  tomat juga mempunyai beberapa kandungan anti-peradangan seperti likopen, beta karoten, lutein, vitamin E. Senyawa ini dapat bekerja membantu mengurangi rasa sakit serta gejala iritasi seperti kulit terbakar atau panas.

3. Meningkatkan Produksi Kolagen

Kandungan vitamin C yang terdapat dalam buah tomat juga bermanfaat untuk merangsang produksi kolagen. Dengan begitu, tomat sangat baik diaplikasikan pada bagian wajah dan bibir untuk membuatnya lebih sehat dan kencang. Selain itu, kandungan vitamin B yang ada pada tomat juga dapat membantu mencegah gejala penuaan dini. Vitamin B ini bekerja mengurangi flek hitam tanda penuaan, maupun garis-garis atau kerutan halus. Vitamin B juga berperan membantu memperbaiki sel permukaan kulit dan melindungi kulit dari bahaya paparan sinar matahari.

Baca juga: Cara Menanam Tomat Di Pot

4. Mengangkat Sel Kulit Mati

Enzim yang terdapat pada buah tomat dinilai efektif membantu mengangkat selsel kulit mati. Manfaat ini dapat digunakan sebagai perawatan wajah dan bibir agar menjadi lebih sehat. Dalam hal ini, Anda bisa membuat scrub wajah dan bibir alami dari buah tomat.

Cara membuatnya, ambil satu buah tomat dan campurkan dengan sedikit gula pasir kemudian haluskan sampai menjadi tekstur yang lembut. Setelah itu, aplikasikan ke wajah dan bibir lalu gosok dengan gerakan lembut.

5. Melembapkan Kulit Dan Bibir

Tomat mempunyai kandungan kalium yang sangat berguna dalam melembapkan kulit dan bibir. Pasalnya kondisi kulit dan bibir yang kering, pecah-pecah, dan kasar tidak lain karena kadar kalium dalam tubuh yang menurun. Anda bisa mendapatkan manfaat buah tomat yang satu ini dengan menggunakannya sebagai bahan perawatan kulit atau bibir. Apabila ingin yang lebih praktis, Anda bisa mengonsumsi jus tomat secara rutin sehari-hari.

6. Menghilangkan Komedo Hitam Pada Wajah

Tomat secara alami mampu mengontrol produksi sebum yang berlebih pada wajah. Selain itu, tomat juga dapat bekerja membuka pori-pori yang tersumbat oleh kotoran atau minyak yang menyebabkan komedo. Manfaat buah tomat ini bisa didapatkan dengan menggunakan buah tomat sebagai masker alami untuk wajah. Masker ini dapat digunakan secara rutin, maka perubahan baik pun akan terlihat pada wajah Anda.

7. Mencerahkan Kulit Dan Bibir

Kandungan vitamin C pada buah tomat yang berperan aktif dalam mencerahkan dan meratakan warna kulit dan bibir. Kandungan antioksidan seperti likopen dan vitamin C pada buah tomat juga mampu melindungi kulit dari serangan radikal bebas yang bisa menyebabkan berbagai permasalahan pada kulit. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda bisa mengonsumsi tomat secara rutin sehari-hari, baik dicampurkan ke dalam makanan, dibuat menjadi minuman jus, maupun dikonsumsi secara langsung.

Demikian manfaat buah tomat yang bisa kita dapatkan jika kita mengkonsumsi secara teratur. Untuk membeli benih tomat karena tertarik untuk menanamnya silahkan bisa mengunjungi toko benih terdekat di https://store.goldenfarm99.com

Baca juga: Jenis hama pada tanaman tomat

6 Jenis Hama tanaman Tomat Dan Cara Pengendaliannya

0
Hama tanaman tomat
Hama tanaman tomat

Benihonline.com Tidak dipungkuri dalam budidaya tomat salah satu tantangan terbesar adalah mencegah hama tanaman tomat menyerang Tomat (tomato) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tumbuhan ini merupakan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tanaman ini cukup mudah ditanam perawatannya pun tidak terlalu sulit. Namun, jika sudah diserang oleh hama perawatan tanaman harus ditingkatkan.

Hama merupakan hal yang paling ditakutkan oleh petani. Pasalnya hama dapat mengganggu pertumbuhan tomat. Akibatnya jika tanaman tomat diserang oleh hama adalah tanaman ini dapat saja tidak berproduktivitas tinggi lagi atau bahkan dapat saja mati.

Penyebab terjadinya serangan hama pada tanaman, yaitu karena adanya gulma yang tidak pernah disiangi atau dibersihkan. Oleh karena itu, hama mempunyai kesempatan untuk menyerang tanaman tomat Anda. Selain itu, genangan air yang diakibatkan dari penyiraman yang terlalu berlebihan juga menjadi penyebab dari serangan hama. Berikut Mengatasi 6 hama yang menyerang tanaman tomat dan cara mengendalikannya, yaitu:

6 Jenis Hama Tanaman Tomat Dan Cara Pengendaliannya

Membudidayakan tanaman Tomat yang harus diperhatikan adalah mengendalikan serangan hama karena dapat menurunkan produktivitas panen bahkan menyebabkan tanaman mati dan dapat menyebabkan kerugian yan sangat besar untuk para petani. Berikut 6 jenis hama tanaman tomat dan cara mengendalikannya diantaranya, yaitu:

1. Kutu Daun (Thrips)

Hama tanaman tomat yang pertama Kutu daun (thrips) memiliki ciri panjang 1 mm dan berwarna hitam. Kutu ini menyerang pada bagian daun tanaman. Akibatnya proses fotosintesis pada tanaman akan terganggu karena proses fotosintesis terganggu atau bahkan terhenti.

Kutu daun thrips menghisap cairan pada daun tanaman. Tanda-tanda dari serangan kutu daun thrips adalah daun tanaman akan berubah warna menjadi putih. Serangan yang sudah parah akan mengakibatkan daun menjadi kering dan lama kelamaan akan mati.

Bagaimana cara mengendalikan hama kutu daun ini?

Cara mengendalikannya adalah dengan cara menyemprotkan cairan insektisida sesuai dengan dosis. Sedangkan untuk pencegahan serangan hama ini adalah dengan membersihkan gulma disekitar tanaman karena kutu daun thrips kebanyakan berlindung pada gulma.

2. Ulat buah

Hama tanaman tomat Selanjutnya ulat buah . Ulat buah ini menyerang pada bagian daun, bunga dan buah tanaman tomat. Ciri-ciri hama ini adalah memiliki panjang tubuh sekitar 3 cm, warna tubuh coklat hingga hitam, tubuhnya diselubungi bulu-bulu harus. Jika tanaman tomat terserang maka akan muncul lubang yang mengelilingi buah, lama kelamaan buah tomat akan mengalami infekso dan busuk lunak.

Bagaimana cara menendalikan hama ulat buah ini?

Cara mengendalikan ulat buah ini dapat dilakukan dengan memasang perangkat yang memiliki cahaya ultraviolet, membunuh telur beserta ulatnya, dan membersihkan tanaman liar.

3. Kutu daun Aphis

Hama tanaman tomat yang ketiga Kutu daun aphis hijau ini lebih sering disebut kutu hijau. Kutu hijau ini memiliki ciri panjang tubuh 2 mm, memiliki warna tubuh coklat hingga hitam. Kutu daun hijau ini biasanya menyerang bagian bawah daun. Tanda-tanda dari serangan kutu daun hijau adalah tanaman menjadi kerdil, daun menjadi jelek dan mengeriting. Lama kelamaan daun menjadi rapuh dan akhirnya rontok.

Kutu hijau merupakan penyalur virus. Itu berarti tanaman tomat akan terserang penyakit virus. Penyakit virus termasuk penyakit yang dapat mematikan. Apabila kutu daun hijau ini tidak segera dibasmi, maka akan mengakibatkan tanaman menjadi mati.

Bagaimana cara mengendalikan kutu daun aphis hijau ini?

Cara mengendalikan dengan menjaga kebersihan areal budidaya dari tanaman inang. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

4. Ulat Tanah (Agrotis Ipsilo Hufn)

Hama tanaman tomat ke empat , Serangan hama ini ditandai dengan terpotongnya tanaman pada pangkal batang yang akan menyebabkan tanaman menjadi rusak dan mati. Cara pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun atau lahan selain itu juga dapat dengan melakukan peyemprotan dengan insektisida sesuai dengan dosis.

5. Lalat Buah (Bactrocera sp)

Hama ini berukuran sekitar 8 mm denga warna tubuh hijau kehitaman dan memiliki sayap tranparan. Sedangkan saat belatung muda berwarna putih dan kekuningan jika menjelang dewasa pada daging tomat.

Tomat yang terserang hama ini akan mengalami pembusukan dan terdapat belatung di dalamnya.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pengolahan dengan cara yang baik dan benar, membuat perangkap, namun jika sudah terlanjur terserang dapat dilakukan pemetikan tomat lalu membakarnya agar tidak menyebar pada buah yang lainnya.

6. Ulat Grayak (Spodoptera liture F)

Tanaman tomat yang terserang hama ini di tandai dengan permukaan daun atas akan berlubang dan tulang daun akan rusak sehingga daun tidak beraturan atau tidak rata.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan daun yang terserang atau dengan cara melakukan penyemprotan dengan insektisida sesuai dengan dosis.

Baca juga: Cara Budidaya Tomat Di Pot/Polibag

Demikian informasi mengenai jenis hama tanaman tomat dan cara mengendalikannya. Semoga bermanfaat untuk Anda yang ingin mencobanya. Terimakasih.

Easy , Cara Membuat Pestisida Nabati Dari Tembakau dengan Mudah & Murah

0
cara membuat pestisida nabati dari tembakau

Benihonline.com Tembakau adalah salah satu bahan yang bisa dibuat untuk pestisida nabati. Pada artikel ini kita akan membahas cara membuat pestisida nabati dari tembakau. Seperti yang kita tahu pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainya yang bermanfaat untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman. Penggunaan pestisida nabati lebih aman dilakukan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan.

Ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat pestisida alami. Salah satu bahan untuk membuat pestisida nabati adalah tembakau (Nocotiana tabacum) mengandung nikotin yang dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis hama seperti kutu-kutuan (thrips, kutu kebul, aphid, tungau), walang sangit dan ulat.

Bagian tanaman ini yang baik untuk digunakan sebagai pengendali hama ataupun penyakit adalah daun dan batangnya, karena bagian ini memiliki kandungan nikotin yang tinggi, terutama pada tangkai dan tulang daun. Ekstrak daunnya tidak mempengaruhi kumbang macan dan larvanya ataupun capung. Kandungan nikotin sedikit berpengaruh pada manusia, karena nikotin adalah racun organik yang keras. Oleh karena itu, hindari kontak dengan kulit pada saat penyemprotan.

Pestisida nabati dari tembakau dapat menghambat dan menurunkan nafsu makan dari hama, selain itu aman diaplikasikan karena tidak mengandung residu bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Ada dua cara membuat pestisida nabati dengan bahan dasar tembakau. Pertama adalah dengan cara direndam, dan yang kedua adalah dengan direbus. Berikut adalah cara membuatnya :

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati Dari Daun Pepaya

Cara Membuat Pestisida Nabati dari tembakau

Cara membuat pestisida nabati dari tembakau ada 2 cara, yaitu cara direndam dan direbus diantaranya berikut:

1. Persiapan Alat Dan Bahan

Pertama siapkan alat dan bahan terlebih dahulu untuk membuat pestisida nabati diantaranya, yaitu:

  • Daun tembakau atau linting,
  • Air,
  • Alkohol 5%,
  • Wadah (disarankan dengan wadah berbahan kaca),
  • Plastik,
  • Alat saring,
  • Karet gelang,
  • Panci,
  • Kompor.

2. Cara Membuat Pestisida Nabati Dengan Cara Direndam

Berikut cara membuat pestisida nabati dari tembakau ini dengan cara direndam diantaranya, yaitu:

  • Siapkan wadah, masukkan 400 ml alkohol 5% dan 100 gram tembakau.
  • Padatkan agar seluruh tembakau terendam alkohol.
  • Setelah terendam, tutup wadah dengan plastik lalu ikat dengan karet.
  • Rendam beberapa jam, namun semakin lama perendaman akan semakin bagus.
  • Setelah perendaman selesai, saring ekstrak tembakau tersebut.
  • Selanjutnya cairan siap digunakan dengan perbandingan perbandingan 1:10 (pestisida alami : air).

3. Cara Membuat Pestisida Nabati Dengan Cara Rebus

Berikut beberapa cara membuat pestisida ini dengan cara direbus diantaranya, yaitu:

  • Siapkan air sebanyak 500 ml di dalam panci.
  • Masukkan 100 gram tembakau ke dalam panci yang berisi air.
  • Rebus hingga mendidih dan kemudian dinginkan.
  • Saring ekstrak dan siap untuk digunakan (sebaiknya diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan 1:10 (pestisida alami : air).

4. Sasaran hama dan penyakit

  • Hama : Aphis, ulat, ulat kobis (thritip, kumbang kecil, pembuat terowongan daun, tungau, pembor batang dan thrips). Ekstrak ini sangat efektif bila disemprotkan di atas suhu 300 C.
  • Penyakit : karat pada buncis dan gandum, jamur kentang, virus kriting daun.

Manfaat Pestisida Nabati Dalam Memberantas Hama

Setelah kita mengetahui cara membuat pestisida nabati dari tembakau. Berikut beberapa manfaat pestisida nabati dalam memberantas hama diantaranya, yaitu:

  1. Membunuh Serangga. Merendam sehelai daun tembakau di dalam satu liter air dan diamkan semalam. Nikotin akan dilepaskan ke dalam air dan larutan dapat disemprotkan ke tanaman untuk membunuh serangga.
  2. Mencegah Serangan Kutu Tanaman. Menyiapkan campuran yang terdiri atas setengah cangkir bubuk bawang putih, satu cangkir kompos, dan satu cangkir tembakau. Kemudian menyebarkan campuran ini di sekitar pangkal tanaman untuk mencegah serangan kutu tanaman.
  3. Mencegah Penyakit Daun Menggulung. Mencampur larutan dengan bubuk pyrethrum dan semprotkan pada daun untuk mencegah penyakit daun menggulung. Penyakit ini disebabkan larva serangga yang menggulung daun untuk dijadikan tempat tinggalnya.
  4. Cegah Hama Pengerek. Menyebarkan tembakau di sekitar pangkal pohon persik untuk mencegah hama penggerek.
  5. Membasmi Kelabang. Membasahi tanah dengan campuran air, bawang putih dan tembakau. Kelabang bisa menimbulkan masalah karena memakan tanaman yang masih muda.
  6. Basmi Tikus Tanah. Dengan menyebarkan tembakau pada lubang yang menjadi sarang tikus.
  7. Menyingkirkan Laba-Laba. Memasukkan tembakau ke dalam sepanci air mendidih. mendinginkan dan menyaring. Kemudian menambahkan setengah cangkir sabun cair wangi lemon. Dan menyemprotkan larutan ini di sekitar halaman untuk menyingkirkan laba-laba.

Demikian informasi mengenai cara membuat pestisida nabati dari tembakau untuk membasmi ulat dan kutu daun. Semoga bermanfaat untuk Anda yang ingin mencobanya. Terimakasih

Easy , Tips Cara Membuat Pestisida Nabati Secara Mudah & Murah

0
cara membuat pestisida nabati

Benihonline.com Cara membuat Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan 3 bahan yang sederhana. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida ini sekarang menjadi tren dikalangan petani terutama petani tanaman organik. Salah satu tanaman yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati adalah daun pepaya. Nah, bahan yang kita gunakan mudah bukan! karena bahan ini terdapat disekitaran rumah kita.

Penggunaan pestisida adalah cara petani untuk mengendalikan hama dan penyakit. Bisa juga menggunakan pestisida kimia. Namun, jika menggunakan pestisida kimia secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Tingginya penggunaan pestisida kimia mendorong berbagai usaha untuk menekuni pemanfaatan pestisida alami untuk mengganti pestisida sintesis.

Pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Selain itu, dengan menggunakan bahan baku yang alami membuat pestisida sangat mudah terurai dialam, sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini bersifat hit and run, yaitu pada saat diaplikasikan akan membunuh hama dan residunya akan hilang ke alam. Dengan demikian, tanaman terbebas residu pestisida. Dan pestisida ini relatif aman bagi manusia hewan ternak maupun hewan peliharaan karena residunya mudah hilang. Berikut cara membuat pestisida dari daun pepaya diantaranya, yaitu:

Cara Membuat Pestisida Nabati Dari Daun Pepaya

Salah satu bahan pembuatan pestisida tersebut adalah daun pepaya. Pestisida daun pepaya diyakini mempunyai efektifitas yang tinggi dan dampak spesifik terhadap organisme pengganggu. Bahan aktif daun pepaya juga tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. Daun pepaya mengandung zat papain yang tinggi sehingga rasanya pahit.

Rasa pahit inilah yang membuat hama enggan untuk memakan tanaman yang disemprot daun pepaya.  “Daun pepaya potensial sebagai pestisida alami efektif mengendalikan hama ulat, pengisap, aphids, rayap, dan ulat bulu,” tambah Aning. Berikut cara membuat pestisida dari daun pepaya diantaranya, yaitu:

1. Siapkan Alat Dan Bahan

Cara membuat pestisida nabati yang mudah yaitu menggunakan daun pepaya ( Ambil yang masih muda dan tidak terlalu tua ) siapkan alat dan bahannya sebagai berikut:

Siapkan alat, yaitu:

  • Ember,
  • Pisau,
  • Sendok,
  • Penumbuk
  • Saringan dari kain,  
  • Spryer,
  • Timbangan,
  • botol dan corong.

Siapkan bahan-bahannya, yaitu:

  • 1 kg daun papaya,
  • 10 liter air,
  • 2 sendok makan minyak tanah, dan 30 gram deterjen.

2. Cara Pembuatannya

Cara pembuatan pestisida nabati dengan menggunakan daun pepaya sebagai berikut:

  • Siapkan 1 kg daun pepaya. Kemudian, tumbuk daun pepaya hingga halus.
  • Kemudian hasil tumbukan tadi direndam dengan air sebanyak 10 liter.
  • Setelah itu, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gram deterjen aduk sampai merata.
  • Selanjutnya, diamkan hasil campuran tersebut selama semalaman.
  • Saring larutan hasil perendaman menggunakan kain halus

Cara Pengaplikasian Pestisida Nabati Dari Daun Pepaya

Cara membuat pestisida nabati sudah kita lakukan diatas selanjutnya yaitu Cara pengaplikasian pestisida nabati dari daun pepaya sangat mudah, yaitu:

  • Encerkan larutan pestisida nabati sebanyak 2 sampai 2,5 gelas bekas air mineral dengan 10 hingga 14 liter air untuk satu tangki sprayer.
  • Aplikasikan setiap seminggu sekali.
  • Semprotkan larutan tersebut ke permukaan daun atau area tanam yang terserang hama.
  • Pestisida alami ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat.
Baca juga artikel: Zat Pengatur Tumbuh Tanaman ZPT ATONIK 6.0

Adapun Keunggulan Dan Kelemahaan Pestisida Nabati Dari Daun Pepaya

Cara membuat pestisida nabati tentu bukan hal yang sulit Pestisida nabati ini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya. Ada beberapa keunggulan dan kelemahan pestisida nabati, antara lain sebagai berikut.  

Keunggulan pestisida nabati dari daun pepaya, yaitu:

  • Murah dan mudah dibuat.
  • Relatif aman terhadap lingkungan.
  • Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.
  • Sulit menimbulkan kekebalan pada hama.
  • Dapat digabung dengan cara pengendalian yang lain.
  • Menghasilkan produk pertanian yang aman karena bebas residu pestisida kimia.

Kelemahan pestisida nabati dari daun pepaya, yaitu:

  • Daya kerja relatif lambat.
  • Tidak membunuh jasat sasaran secara langsung.
  • Tidak tahan disimpan.
  • Kadang-kadang harus diaplikasikan atau disemprotkan secara berulang kali.
  • Kurang praktis karena harus meracik terus sebelum aplikasi.

Demikian informasi mengenai cara membuat pestisida nabati dari daun pepaya. Semoga bermanfaat untuk Anda yang ingin mencobanya untuk tanaman. Terimakasih

Amazing, Ada 2 Jenis Pemupukan Pada Tanaman Tomat yang wajib di ketahui, Apa saja itu ? Simak ulasannya berikut ini

0
pemupukan pada tanaman tomat

Benihonline.com Menghasilkan buah tomat yang bagus tidak terlepas dari pemupukan pada tanaman tomat dengan tepat Jika Anda menanam tomat dirumah, perlu diingat bahwa tanaman tomat membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh dan berkembang sepanjang musim. Tomat (tomato) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter.

Pada sistem budidaya tomat, terdapat dua jenis pemupukan yang harus dilakukan yaitu pupuk dasar dan pupuk tambahan. Pupuk dasar, yaitu pemberian pupuk organik atau disebut juga pupuk kandang serta pupuk anorganik sebelum masa penanaman tomat. Pupuk kandang yang bisa digunakan antara lain kotoran sapi, kerbau, kambing, ayam, kuda, itik, juga puyuh.

Pupuk tomat mana yang Anda gunakan akan tergantung pada kandungan nutrisi tanah saat ini. Sebelum Anda mulai memupuk tomat, yang terbaik adalah menguji tanah. Jika Anda tidak dapat melakukan uji tanah, kecuali Anda memiliki masalah di masa lalu dengan tanaman tomat yang sakit-sakitan, Anda dapat berasumsi bahwa Anda memiliki tanah yang seimbang dan menggunakan pupuk tanaman tomat fosfor yang lebih tinggi. Berikut pemupukan dasar untuk tanaman tomat agar tanaman tomat bisa tumbuh dan berkembang, diantaranya yaitu:

Pemupukan Pada Tanaman Tomat

Pemupukan pada tanaman tomat ada 2 jenis, yaitu:

1. Pupuk Dasar Pada Tanaman Tomat 

Pemupukan pada tanaman tomat yaitu Pupuk dasar dapat berupa pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk anorganik. Masing-masing jenis pupuk kandang mempunyai hara yang berbeda-beda. Pada umumnya, pupuk kandang ayam mempunyai hara lebih baik daripada domba, sapi, dan kuda. Dosis pupuk kandang yang sering digunakan untuk tomat adalah 1,5 kg/tanaman. Pupuk kandang diaduk merata dengan tanah bedengan.

Pemberiannya dapat bersamaan dengan pengapuran. Selanjutnya, dibiarkan selama 1—2 minggu. Pupuk kandang mempunyai kandungan hara yang relatif sedikit dibandingkan pupuk buatan (anorganik). Oleh karena itu, selain pupuk kandang diperlukan juga pupuk buatan sebagai pupuk dasar.

Pupuk dasar yang diberikan adalah 650 kg/ha ZA, 250 kg/ha Urea, 500 kg/ha TSP atau SP-36, dan 400 kg/ha KCl. Pupuk tunggal tersebut dicampur secara merata dan diaplikasikan pada bedengan yang telah dibuat. Selain pupuk tunggal, dapat pula diberikan pupuk majemuk NPK 16:16:16 sebanyak 700 kg/ha.

Tiap 100 kg pupuk NPK dicampurkan dengan 1,5 kg Furadan. Pupuk dasar tersebut diberikan sebanyak 200 g/m2. Campuran ini disebar dan diaduk merata di bedengan. Sambil dirapikan, bedengan diratakan kembali. Selanjutnya, bedengan disiram dengan air dan siap dipasang mulsa plastik hitam perak.

2. Pupuk Tambahan Pada Tanaman Tomat

Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang memiliki kandungankalium tingi ketika tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan bisa dilakukan tiap seminggu. Harus diperhatikan pula, pupuk organik cair harus dilarutkan terlebih dahulu, yaitu 1 liter pupuk cair dangan 100 liter air.

Penting diingat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi dari 2 persen. Selain itu, bisa juga ditambahkan pupuk kandang ataupun kompos setelah tanaman berusia 2—3 minggu dengan dosis kurang lebih satu gengaman tangan per tanamannya.

Untuk budidaya tomat yang non-organik, pada usia satu minggu berikanlah campuran urea dengan KCl dalam perbandingan 1:1 sebanyak 1—2 gram per tanamannya. Setelah umur 2—3 minggu, berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanamannya.

Pada umur lebih dari 4 minggu jika tanaman masih terlihat kurang gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garam per tanamannya. Pemberian urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena dapat melukai tanaman tersebut. Berikanlah jarak 5—7 cm dari tanaman.

Baca Juga : Cara Menanam Cabe Rawit Diperkarangan Rumah

Demikian informasi mengenai jenis pemupukan dasar dan pupuk tambahan untuk tanaman tomat. Pemberian pupuk pada tanaman tomat bertujuan agar tanaman tomat bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, seta dapat terhidar hama dan penyakit. Tanaman tomat memiliki tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter dan dapat berbuah dengan lebat.

Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba menanam tomat, Anda perlu mengetahui teknik pemupukan terlebihdahulu. Pemupukan pada tanaman tomat dapat dilakukan dengan pemberian pupuk dasar dan pupuk tambahan. Terimakasih

Ada 12 Hama dan Penyakit Pada Bunga Mawar, Para Pecinta Bunga Mawar Wajib Tahu

0
hama dan penyakit pada bunga mawar

Benihonline.com Hama dan penyakit pada bunga mawar sering kali terjadi . Kalian pasti tidak asing dengan bunga ini! Bunga mawar (Rosa hybrid L.) menjadi salah satu bunga yang banyak digemari dikalangan masyarakat terutama pecinta bunga. Bunga ini memiliki warna yang sangat cantik dan memiliki aroma wangi yang banyak disukai masyarakat. Selain sebagai bunga hias, bunga mawar ini bisa ditanam sebagai tanaman budidaya.

Bunga mawar yang dijadikan sebagai tanaman budidaya biasanya memiliki nilai jual sebagai bunga hias, bunga potong, dan diambil ekstrak bunganya. Ekstrak bunga mawar biasanya dijadikan sebagai bahan dasar kosmetik dan bahan dasar minyak wangi.

Bunga potong mawar memiliki beberapa syarat tumbuh, yaitu tanah harus gembur dengan kandungan humus, tanah memiliki pH antara 5.5-6.8, mengandung granasi dan aerasi yang baik, mendapatkan sinar cahaya matahari penuh, dan yang paling penting adanya naungan yang mendapatkan tembus cahaya terutama pada saat musim hujan. Naungan ini sangatlah penting dalam berbudidaya tanaman mawar.

Namun, petani masih dihadapi dengan permasalahan yang sangat mengganggu, yakni serangan hama dan penyakit bunga mawar. Hama dan penyakit adalah organisme pengganggu tanaman yang menjadi salah satu faktor penyebab rusaknya pertumbuhan dan produksi tanaman. Bahkan, dapat menyebabkan kematian bagi tanaman sehingga menimbulkan kerugian yang besar bagi petani. Akibat intensitas tinggi dari serangan tersebut, kuantitas dan kualitas bunga potong mawar yang dihasilkan pun bisa menurun.

Hama Dan Penyakit Pada Bunga Mawar

Ada beberapa hama dan penyakit pada bunga mawar. Yang mengakibatkan rusaknya tanaman dan menyebabkan kematian. Berikut hama dan penyakit pada bunga mawar diantaranya yaitu:

1. Hama Thrips

Hama dan penyakit pada bunga mawar ini memiliki ukuran sangat kecil sekitar 1 mm, warnanya kuning kecoklatan. Menjadi hama karena menghisap cairan pada bunga, daun, dan cabang dari tanaman sehingga menyebabkan tanaman mawar mati. Cara pengendaliannya dengan memangkas bagian tanaman yang telah terserang dan menyemprot pestisida jenis abamectin.

2. Hama Rayap

hama dan penyakit pada bunga mawar ini memiliki ukuran sekitar 1 mm, berwarna putih kecoklatan. Hama ini menyerang pada tanaman mawar yang ditanam dikebun. Solusi untuk menghindari hama ini yaitu menanam di pot yang diletakkan di para-para. Lingkungan pun harus bersih dari ranting dan potongan kayu yang lapuk.

3. Hama Tungau (Tetranychus telarius)

hama dan penyakit pada bunga mawar ini memiliki ukuran sangat kecil (0.3 mm), berwarna merah, hijau, atau kuning, Hama tungau ini sangat suka dengan kondisi udara yang lembab dan sirkulasi udara yang panas. Gejala tanaman yang terserang hama ini yaitu ada titik abu-abu kecoklatan pada bagian daun atau pucuk tanaman yang dihisap cairan sel tanaman. Solusi untuk mengendalikan adalah menyemprotkan pestisida piridaben dengan cara menyemprot bagian tanaman bawah ke atas.

4. Hama Ulat Daun (Udea rubigalis)

Bagian tanaman mawar yang diserang oleh hama ini adalah daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak berlubang. Pengendalian terhadap hama ini adalah menggunakan insektisida karbonsulfan.

5. Hama Kutu Daun (Macrosiphum rosae Linn. Dan Aphids)

hama dan penyakit pada bunga mawar ini berukuran sangat kecil yaitu 0,6 mm, memiliki fisik berwarna hijau. Biasanya menyerang pucuk, ranting, dan kuncup bunga. Kutu daun akan mengisap cairan yang ada dalam tanaman. Kondisi ini akan membuat daun atau pucuk daun akan mengerut atau keriting. 

Cara pengendaliannya dengan dengan menjaga kebersihan kebun bunga mawar. Seperti membersihkan sekitar pot atau lahan tanam dari rumput liar atau tanaman liar lainnya.

6. Siput Berbulu

hama dan penyakit pada bunga mawar selanjutnya yaitu siput berbulu. Sebenarnya, yang menyerang tanaman bunga mawar bukan siput berbulunya, melainkan larva dari siput berbulu. Larva siput berbulu biasanya akan memakan daun tanaman hingga berlubang bahkan hanya menyisakan tulang daun. Hal ini akan membuat tanaman lama-lama mati karena tidak bisa berfotosintesis.

Pengendalian siput berbulu sebenarnya cukup mudah ya lur, seperti membuang kepompong yang menempel pada tanaman bunga mawar atau dengan memberikan umpan dari buah-buahan seperti daun/buah pepaya yang ditaruh di pojok & tengan bedengan/lahan, setelah siput mengumpul disitu kemudian ambil dan buang jauh-jauh dari lahan.

7. Penyakit Bercak Daun

Penyakit bercak daun pada tanaman mawar disebabkan oleh Cercospora rosicola atau Alternaria. Gejala serangan akibat penyakit ini yaitu berupa bercak coklat pada daun tua (Cercospora) atau bercak kehitaman (Alternaria).

8. Bercak Daun

Penyakit bercak daun disebabkan oleh cendawan Phragmidium muconatum. Gejala yang ditimbulkan yaitu bintik jingga kemerahan pada sisi bawah daun. Akibat serangan berat penyakit bercak hitam,daun menjadi gugur.

Penyakit ini bisa dikendalikan dengan melakukan pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan dan juga disemprot dengan menggunakan fungisida heksakonasol.

9. Penyakit Tepung Mildew

Penyakit tepung mildew disebabkan oleh jamur Oidium sp. Gejala yang terlihat pada tanaman berupa tepung atau lapisan putih pada permukaan daun. Akibat serangan penyakit ini, daun akan menjadi kemerahan, kemudian menguning, dan akhirnya gugur. Cara pengendaliannya dengan memetik daun yan sakit dan terus memusnahkannya, dan menyemprotkannya dengan fungisida.

10. Jamur Upas

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor (Berk. Et Br.) Tjokr. Gejala awalnya muncul kerak berwarna merah pada batangnya. Jika sudah lama terserang, batang akan menjadi busuk. Cara pengendaliannya dengan mengerok atau mengelupas kulit batang yang terinfeksi jamur.

11. Penyakit Busuk Bunga

Penyakit busuk bunga disebabkan oleh cendawan yang memiliki nama latin Botrytis cinerea Pers. Fr. Tanaman bunga mawar yang terserang penyakit ini akan mengalami pembusukan pada kuntum bunga. Selain itu, akan muncul bintil-bintil hitam pada kuncup bunga yang terbuka tersebut.

Pengendalin yang tepat untuk penyakit bunga mawar ini dengan cara membungkus bunga mawar yang mulai mekar. Anda bisa membungkus bunga mawar dengan menggunakan kantong kertas minyak.

12. Mosaik (belang-belang)

Penyakit mosaik atau belang-belang pada tanaman bunga mawar biasanya disebabkan oleh virus Rose Mosaic Virus. Biasanya, penyakit tanaman bunga mawar ini akan membuat daun tanaman bunga mawar menguning dan belang-belang. Daun lama-lama akan habis dan tinggal tulang daun. Cara pengendaliannya dengan membuang tanaman yang terinfeksi virus agar tidak menular pada tanaman yang lain.

Baca Juga : Cara Menanam bunga mawar

Demikian informasi mengenai hama dan penyakit pada bunga mawar. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin memulai bisnis budidaya bunga mawar. Sebelum memulai menanam bunga mawar Anda harus mengenal dulu hama dan penyakitnya. Terimakasih

Woro woro, ini nih Hama Penyakit Tanaman Jahe yang wajib di baca untuk para pembudidaya JAHE

0
hama penyakit tanaman jahe

Benihonline.com – Pembudidaya jahe pasti memahami kendala dalam budidayanya salah satu nya hama penyakit tanaman jahe. bagi yang sering konsumsi pasti tidak asing dengan tanaman jahe ini! Tanaman jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu tumbuhan rimpang yang sering digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan baku pengobatan tradisional. Tanaman jahe ini memiliki rasa dominan pedas yang dirasakan dari jahe disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron.

Menanam jahe diperkarangan rumah merupakan hal yang mudah, namun sama halnya dengan tanaman yang lainnya jahe juga sering diserang oleh hama dan penyakit. Hama dan penyakit tersebut tentunya akan memengaruhi pertumbuhan jahe bahkan bisa membuat jahe mati.

Namun, masalah hama ini bisa diatasi jika Anda mengetahui jenis penyakit apa yang menyerang tanaman jahe Anda. Salah satu cara mengatasinya adalah menggunakan insektisida, meskipun ini juga dapat membunuh serangga yang menguntungkan bagi tanaman jahe. Beberapa hama penyakit tanaman jahe sebagai berikut.

Berikut ini penjelasan mengenai Hama Penyakit Tanaman Jahe

Hama tanaman jahe

1. Kepik (Epilahre sp)

hama penyakit tanaman jahe Menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang dan berwarna kecoklatan. Cara pengendaliannya engan penyemprotan dengan larutan pestisida berbahan aktif dan biasanya juga bisa disemprotkan dengan larutan, insektisida organik dengan menggunakan air tuba yang berasal dari tanaman tuba.

2. Kumbang (Araeceras fassicularis)

Untuk gejala serangan seperti rimpang akan berubah bentuk menjadi abnormal, seperti membulat tidak beraturan dan terdapat lubang telur kumbang. Dan untuk pengendalian dalam hal ini penggunakan larutan insektisida dan nematisida seperti karbofuran dengan dosisi 1 gram/tanaman jahe.

3. Kutu Daun (Aspidella hartii)

Untuk gejala serangan seperti daun akan menggulung, layu, mengguning dan berguguran. Dan untuk pengendaliannya penggunakan pestisda berbahan aktif. Digunakan dengan dosis yang sudah ditentukan agar tanaman tidak rusak.

4. Ulat Penggerak Akar (Dishorcrosis Puntiferalis)

Untuk gejala serangan seperti akar akan rusak, kering dan bahkan tanaman mati akibat kekurangan nutrisi dan usur hara. Dan pengendalian dalam hal ini penggunaan larutan insektisida berbahan aktif.

5. Nemotado (Melodogyne sp)

Untuk gejala serangan seperti akar terdapat benjolan/bintil kecil dan rimpang akan berubah warna kecoklatan. Untuk pengendalian penggunaan pestisida nabati ekstrak nimba, tagetes dan jarak, menerapkan pola tanam campuran, sanitasi, rotasi dan aplikasi pestisida kimia “nematisida”.

Penyakit Tanaman Jahe

Berikut penyakit pada tanaman jahe yang belum Anda ketahui, yaitu:

1. Layu Bakteri

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Solanacearum. Dan gejala serangan seperti daun akan menggulung, abnormal dan rimpang akan membusuk bila di potong akan mengeluarkan cairan berwarna putih hingga kecoklatan. Cara pengendaliannya dengan menggunakan larutan fungisida berbahan aktif.

2. Penyakit Bercak Daun

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cersospora atau Phyllosticta. Dan gejala serangan seperti daun akan terdapat bercak, berwarna abu-abu sampai kecoklatan dan daun akan membusuk serta tanaman akan mati. Cara pengendaliannya dengan menggunakan larutan fungisida seperti Antracol 70 WP, Aceobat 50 WP, Antila 80 WP, Bion M 1/48, Benlox 50 WP dll.

3. Penyakit Busuk Rimpang

hama Penyakit tanaman jahe ini disebabkan oleh Fusarium Oxysporum sp. Dan gejala serangan yakni rimpang akan membusuk, daun layu menguning dan lama-kelamaan tanaman mati. Untuk pengendalian sebelum fase penanaman jahe, sebaiknya benih direndam dahulu dengan larutan fungisida.

Baca Juga : Cara Menanam Jahe Merah dengan mudah dan murah

Demikian informasi mengenai hama penyakit tanaman jahe dan jenis-jenis jahe. Semoga informasi ini bisa membantu para petani yang menanam tanaman jahe. Terimakasih

Mengenal hama Penyakit tanaman Bawang Putih, Selengkapnya cek dibawah ini

0
hama penyakit tanaman bawang putih

Benihonline.com – Mengenal hama penyakit tanaman bawang putih yang mengganggu budidaya sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya terhambat. Bahkan, dapat menyebabkan kematian bagi tanaman sehingga menimbulkan kerugian yang besar bagi petani. Hampir seluruh tanaman yang bisa terserang hama dan penyakit, salah satunya tanaman bawang putih.

Bawang putih (Garlic) adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa. 

Pasti kalian tidak asing dengan tanaman bawang putih! Bawang putih merupakan salah satu tanaman umbi yang dijadikan bumbu pada masakan. Tanaman ini memiliki bau yan sangat menyengat yang berasal dari kandungan sulfur organik. Berikut beberapa hama dan penyakit pada tanaman bawang putih, yaitu:

Hama Penyakit Tanaman Bawang Putih

Hama dan penyakit pada tanaman bawang putih. Ada beberapa hama pada tanaman bawang merah diamtaranya, yaitu:

1. Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua)

Hama ini menyerang pada bagian daun, baik daun pada tanaman yang masih muda ataupun yang sudah tua. Telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang putih merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. Setelah menetas dari telur, ulat muda segera melubangi bagian ujung daun lalu masuk ke dalam daun bawang, akibatnya ujung daun nampak berlubang/ terpotong. Ulat akan menggerek permukaan bagian dalam daun, sedang epidermis luar ditinggalkannya.

Cara pengendaliannya:

  • Pengendalian mekanis, dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur dan ulat bawang. Masukkan dalam kantong plastik, diikat dan kemudian dimusnahkan.
  • Pengendalian secara hayati dengan penyemprotan pestisida organik berbahan aktif.
  • Pengendalian secara nabati misalnya dengan membuat pestisida berbahan daun pepaya. Cara ini bisa dilakukan untuk pengendalian yang sifatnya sementara, mengingat pestisida nabati buatan sendiri biasanya tidak dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama.
  • Pengendalian secara kimia adalah jalan terakhir. Apabila hasil pengamatan telah mencapai atau melampui 1 kelompok telur/10 rumpun contoh atau 5 % daun terserang/rumpun contoh (pada musim kemarau) atau 3 kelompok telur/10 rumpun contoh atau 10 % daun terserang/rumpun contoh (pada musim penghujan) dapat diaplikasi dengan insektisida yang diizinkan.

2. Hama Thrips

Hama ini mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal.  Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak.  Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan.

Cara pengendaliannya:

  • Dengan penyemprotan pestisida organik berbahan aktif,
  • Pengendalian secara nabati misalnya dengan membuat pestisida berbahan daun pepaya. Cara ini bisa dilakukan untuk pengendalian yang sifatnya sementara, mengingat pestisida nabati buatan sendiri biasanya tidak dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama.

Hama Penyakit Tanaman Bawang Putih

Hama dan penyakit pada tanaman bawang putih, para petani harus tahu. Karena agar bisa mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang putih. Berikut beberapa penyakit pada tanaman bawang putih diantaranya yaitu:

1. Penyakit Layu Fusarium

Penyakit ini akan muncul pada daun bawang yang menguning, tanaman layu dengan cepat. Gejala umum dari serangan penyakit ini terlihat tenaman menguning (seperti menua sebelum waktunya). Ujung daun tanaman yang terinfeksi berubah menjadi kuning kemudian coklat saat gejalanya mengarah ke bawah menuju umbi. Kadang-kadang perubahan warna kemerahan dapat muncul pada selubung umbi tanaman bawang putih yang sangat terinfeksi di awal musim.

Cara pengendaliannya:

  • Menanam varietas bawang yang tahan terhadap penyakit ini.
  • Tanaman yang terserang dicabut lalu dikumpulkan untuk dibakar.
  • Pengendalian dengan pemberian agens hayati berbahan aktif.

2. Penyakit Bercak Ungu

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun, tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi  busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman.

Cara Pengendaliannya:

  • Menanam varietas bawang yang tahan terhadap penyakit ini.
  • Tanaman yang terserang dicabut lalu dikumpulkan untuk dibakar.
  • Pengendalian dengan pemberian agens hayati berbahan aktif.

3. Penyakit Antraknose

Penyakit antraknose disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara serentak (otomatis). Tanaman terserang dicabut dan dimusnahkan. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida sesuai dosis anjuran.

4. Penyakit Busuk Batang

Penyakit busuk leher akar ini yang sering menyerang tanaman bawang putih disebabkan oleh cendawan Botrytis allii. Penyakit ini akan berkembang dengan cepat pada kondisi kelembaban tinggi dan suhu udara rata-rata di atas 15 hingga 20 derajat Celcius, lahan yang becek dan lembab. Gejala serangan ditandai dengan leher tanaman melunak kemudian membusuk.

5. Penyakit Virus Kompleks

Hama dan Penyakit virus kompleks ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus, seperti virus mosaik, virus daun menggulung, virus Y dan lain-lain. Umumnya penyakit virus ditularkan oleh serangga vektor seperti kutu daun. Gejala serangan virus kompleks sangat bervariasi. Namun demikian, gejala umum yang tampak pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang mempunyai beberapa corak.

Baca Juga: Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kembang Kol

Demikian informasi mengenai hama penyakit tanaman bawang putih. Semoga informasi ini bermanfaat bagi petani bawang putih semoga berhasil. Terimakasih