Home Berita Terkini Gampang Dipelajari, Begini Cara Budidaya Sayuran Organik

Gampang Dipelajari, Begini Cara Budidaya Sayuran Organik

157
0
budidaya sayuran organik

Benihonline.com – Budidaya sayuran organik . Jika memiliki perasaan seperti kebanyakan orang saat ini, kamu mungkin semakin khawatir tentang keamanan makanan yang dibeli di pusat perbelanjaan. Kegelisahan perihal kesehatan akibat maraknya penggunaan pestisida dan produk rekayasa genetika telah membuat masyarakat mempertimbangkan sayuran organik. 

Banyak orang berusaha untuk budidaya sayuran organik secara mandiri. Upaya semacam ini pasalnya akan lebih memberikan jaminan kesehatan kepada diri dan keluarga kamu di rumah.

Kiat Tepat Memulai Budidaya Sayuran Organik

  1. Awali dengan tanah kebun organik dan mulsa.

Jika mengharapkan budidaya sayuran organik yang sehat, kamu pun harus peduli pada kesehatan tanah sebagai media tanamnya. Komponen paling penting dalam tanah adalah bahan organik. Misalnya gambut, pupuk kandang, atau kompos. Di mana ini termasuk pilihan terbaik karena mengandung mikroorganisme pembusuk dari kehidupan tanaman sebelumnya.

Mikroorganisme tersebut akan menyediakan nutrisi yang sesuai kebutuhan tanaman. kamu bisa membuat tumpukan kompos sendiri dengan menentukan area atau tempat sampah di mana bahan organik akan terurai. Alternatif lain, kamu bisa membelinya dalam jumlah besar apabila memiliki taman berukuran luas, atau gunakan kompos pada kantong yang biasanya tersedia di pusat taman.

Selanjutnya, cobalah untuk mengurangi jumlah gulma dengan menyebarkan lapisan mulsa setebal 1 hingga 2 inci di atas permukaan tanah. Tujuannya yaitu mencegah gulma mendapatkan sinar matahari dan berkecambah. Lapisan mulsa ini juga mencegah spora penyakit jamur hanyut ke daun tanaman.

  1. Pakai pupuk kebun organik.

Melakukan pemupukan dalam budidaya sayuran organik akan membantu proses pertumbuhan berjalan lebih cepat. Sebagai imbasnya, panen yang dihasilkan berpotensi jadi lebih besar.

Jenis pupuk organik termasuk di antaranya kotoran busuk dari hewan herbivora, semisal ayam, kelinci, domba, kambing, kuda atau semisalnya. Bahan penyubur tanaman ini bisa dengan mudah kamu temukan dalam bentuk kemasan di pusat perbelanjaan, baik online maupun offline.

BACA JUGA  5 Contoh Media Tanam Organik yang Ramah Lingkungan

Perlu diperhatikan, jika kamu sudah memiliki tanah yang subur, pertimbangkan untuk tidak menggunakan pupuk. Terlalu banyak stimulasi dari komponen yang baik, bagaimanapun, bisa membuat tanaman tumbuh subur dan lembut, di mana hal ini justru sangat disukai oleh hama.

  1. Selektif memilih tanaman.

Sebelum menanam apa pun di kebun, lakukan riset secara cermat agar bisa mengetahui jenis sayuran dan varietas mana yang paling cocok dengan kondisi media tanam. kamu harus mempertimbangkan zona tumbuh, serta jumlah sinar matahari dan curah hujan yang nantinya akan diterima oleh taman.

Bingung untuk menentukan pilihan? Petani di pasar setempat, tukang kebun lain, dan staf di pusat taman sering kali dapat memberikan wawasan tentang budidaya sayuran organik tertentu yang biasanya sukses di daerah kamu.

Pasalnya, setiap media tanam memiliki jenis varietas yang paling sesuai jika kamu mengharapkan hasil maksimal. Oleh karena itu, jangan ragu menghabiskan waktu untuk memilih tanaman dengan bijak. Hindari memutuskannya secara sebarangan karena hasilnya bisa jadi mengecewakan, di mana hanya membuat kamu menghabiskan dana, tenaga, dan waktu.

Budidaya Sayuran Organik Makin Mudah Dengan Golden Farm 99!

Setelah menyediakan media tanam dan menentukan varietas apa yang hendak dibudidayakan, segera jalankan proses eksekusi. Percuma jika kamu hanya menyiapkan alat dan bahannya, tetapi tidak diikuti oleh tindakan lanjutan. Maka dari itu, ambil kaos tanganmu, bawa perlengkapan menuju kebun, dan praktikkan!

Mengawali budidaya sayuran organik memang tidak mudah. Tetapi, tahukah kamu bahwa ada kondisi yang jauh lebih sulit? Usai menyelesaikan kegiatan penanaman, tentu proses pemeliharaannya butuh banyak tenaga

Previous articleMengenal Tanaman Organik Aeroponik dan Sistem Budidayanya
Next article5 Contoh Media Tanam Organik yang Ramah Lingkungan
Penulis di benih online dot com - Menyukai dunia digital online, Menyukai berkebun dengan sistem hidroponik serta senang berbagi pengalaman dan wawasan lewat media online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here